Jumat, 03 Agustus 2012
MEMBANGUN DESA DENGAN CINTA
Rabu, 25 April 2012
e-KTP di Minsel Tuntas 100 Persen.
Amurang, KOMENTAR
Penyelesaian rekam data untuk elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP) akhirnya dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu 30 April seperti yang ditetapkan Depdagri. Menurut Kadis Capil Izak Ray meski yang terekam baru 87 persen, tapi secara keseluruhan perekaman sudah sesuai target.
“Untuk Kabupaten Minsel sesuai data wajib e-KTP ada 134.499 orang dan yang sudah merekam data ada 110.727 sedangkan sisanya yang berjumlah 23.772 orang tidak dapat direkam karena ada berbagai alasan. Seperti data ganda, telah meninggal dunia, tidak berada di tempat, belum cukup umur, dalam tahanan, sakit dan tidak mau direkam dengan alasan telah lansia. Dengan demikian sesuai pe-tunjuk perekaman dinyatakan sudah mencapai 100 persen,” beber mantan Kabag Humas Deprop Sulut tersebut.
Meski perekaman data telah mencapai 100 persen, bukannya berarti warga yang belum sudah tidak dapat lagi melakukan pe-rekaman. Pihak Discapil dan kecamatan sebagai operator di lapangan tetap membuka kesem-patan bagi warga. Karena mung-kin seja mereka sebelumnya be-lum terdata sebagai warga Minsel sehingga tidak masuk dalam daftar. “Masih dibuka kesempatan hingga 31 Desember bagi warga yang belum melakukan pereka-man. Datangi saja kecamatan untuk melakukan perekaman, asalkan prosedurnya diikuti se-perti telah memiliki KTP na-sional.
Pembagian e-KTP sendiri ren-cananya akan dilakukan secara bertahap, paling lambat 31 Desember. Sebab e-KTP akan diberlakukan secara penuh di awal tahun depan. Penyaluran-nya dilakukan di masing-masing kecamatan dimana warga me-lakukan perekaman data.(vtr)
Pertanyaannya, bagaimana dengan warga Minsel yang di perantauan khususnya orang Elusan di Perantauan?
Kamis, 12 April 2012
Larangan Melakukan Pungli bagi Pejabat di Minsel
Semoga saja dengan adanya larangan pungli ini akan di taati oleh para pejabat di Minsel. Terutama di SAMSAT. Karena kami FORKMAPPEDES memiliki beberapa kesaksian anggota kami bahwa SAMSAT sering melakukan pungli terutama dalam membayar pajak kendaraan... Awasi...! dan Perangi...!
Simak beritanya ...
Paruntu Larang Pejabat Pemkab Minahasa Selatan Lakukan Pungli
AMURANG, (manadotoday.com) – Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu, mewarning seluruh bawahannya yang betugas di lingkup Pemkab Minsel, untuk tak melakukan pungutan liar (pungli).
“Saya tegaskan untuk seluruh pejabat maupun pegawai di pemkab minahasa selatan, untuk tak melakukan pungli,” tegas Paruntu.
Kata dia, dirinya tak segan-segan memberikan sanksi tegas, jika ada pejabat maupun pegawai terbukti melakukan pungli.
Diketahui, belakangan ini beredar kabar jika ada beberapa oknum yang bertugas di sejumlah SKPD Pemkab Minsel, diduga melakukan pungli kepada masyarakat yang mengurus berkas.
“Untuk masalah itu coba ditanya dulu ke pimpinan SKPD tersebut. Sebab, saya belum menerima laporan tersebut, dan saya janji akan saya cari tahu,” ungkapnya. (dav)
Semoga ini di taati. Jika ada masyarakat yang menemukan perbuatan ini silakan melaporkan kepada yang berwajib. Atau hubungi kami.
FORKMAPPEDES MINSEL.
HP: 085285148198
Jumat, 06 April 2012
Urusan di Samsat, Warga Diimbau tak Gunakan Calo
Ditegaskan Kasie STNK Samsat Manado AKP Fitria Gaga, untuk urusan di Samsat, lebih baik menghindari memanfaatkan jasa calo. Lanjutnya, karena kenyataannya sekarang pengurusan di instansi tersebut sudah lebih mudah dan tak banyak berbelit-belit jika melalui prosedurnya.
“Kecuali itu dengan menggunakan calo kebanyakan urusan bisa menjadi lebih panjang lagi dan mengeluarkan dana yang lebih banyak,” tandas Gaga. Lanjutnya, bahkan tak jarang terjadi si calo yang tak jelas itu menghilang dengan membawa kabur uang warga.
Diakuinya juga samapai saat ini masih ada juga praktik percaloan yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang tak jelas di Samsat. “Memang sampai saat ini masih ada saja calo-calo tak jelas yang berkeliaran di sini. Namun itu hanya dilakukan oknum-oknum tertentu saja,” tandas Gaga.
Selanjutnya mantan Kasat Lantas Bitung itu menjelaskan, dengan mengurus sendiri surat-surat kendaraanya akan menjadi pembelajaran bagi warga. Karena warga akan mengerti dan tahu sendiri proses dan dana yang harus dikeluarkan.
KABAR GEMBIRA BAGI PERANGKAT DESA ELUSAN
"Untuk dana tunjangan perangkat desa tahun 2012 triwulan pertama, tinggal pencairan, setelah itu baru akan diserahkan langsung kepada penerima," ujar kepala BPMPD Minsel Olyvia Lumi, Selasa (3/4/2012).
Tunjangan tersebut akan diserahkan langsung, dan tidak melalui proses penitipan seperti pada tahun-tahun sebelumnya."Supaya menghindari pemotongan, atau pengurangan jatah, dan kali ini rencananya akan diserahkan oleh bupati," kata dia.
Pada triwulan pertama ini, miliaran rupiah sudah disiapkan untuk dikucurkan."Triwulan pertama, akan dicairkan Rp 2,3 miliar, dari jumlah seluruhnya tahun 2012 Rp 9,3 miliar yang tertata di APBD 2012," tuturnya.
Ia menambahkan, setiap perangkat desa akan mendapatkan tunjangan dalam jumlah yang berbeda sesuai dengan tugas dan tanggunjawab yang diemban."Untuk Maweteng dan Kepala Lingkungan mendapatkan Rp 250 ribu per bulan, Kepala Urusan dan Hukum Tua Rp 850 ribu, serta Sekretaris Desa non PNS mendapatkan Rp 400 ribu," ucapnya.
Di Minahasa Selatan ada ribuan perangkat yang akan mendapatkan tunjangan."Saya lupa jumlah pastinya berapa, tapi memang ribuan, dan catatan jumlahnya ada," ucapnya.
Ribuan aparat desa tersebut berasal dari 167 desa."Tunjangan tersebut akan diberikan, termasuk aparat di tujuh desa yang baru di mekarkan pada 2011," Jelas dia.
Dana tunjangan aparat desa sudah tergabung dalam dalam dana ADD 2012."Jumlah ADD tahun 2012 yang tertata di APBD berjumlah Rp 15,5 miliar, sudah termasuk di dalamnya tunjangan aparat desa," kata Lumi.
Namun pencairan tunjangan perangkat desa tidak bersamaan dengan dana ADD."Untuk dana ADD masih sementara proses untuk yang smester I," jelasnya. (amg)
Amurang, KOMENTAR
Tunjangan triwulan pertama perangkat desa se- Kabupaten Minsel akan disalurkan dalam waktu dekat. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Olivia Lumi, total yang akan diberikan sebesar Rp 2,3 miliar, dan diberikan secara langsung untuk menghindari terjadinya penyimpangan atau keterlambatan.
“Sudah dalam proses ka-rena bupati sangat concern untuk hal ini. Nilainya Rp 9,2 miliar atau per triwulan Rp 2,3 miliar. Untuk pe-nyaluran tidak melalui desa tapi diberikan langsung ke perangkat desa. Hal ini di-lakukan menghindari ada-nya keterlambatan dan pe-motongan. Rencananya juga tunjangan diserahkan oleh ibu bupati,” ujar Lumi ke-marin (03/04).
Dikatakannya, besaran tunjangan disesuaikan de-ngan jabatan. Pala, Mawe-teng, Kaur mendapatkan Rp 250 ribu, sekretaris desa non PNS Rp 400 ribu. Sedangkan kepala desa/hukumtua per bulannya diberikan Rp 850 ribu. “Tunjangan disesuaikan dengan tanggung jawab perangkat desa. Dengan ini diharapkan dapat menjadi stimulan mereka dalam be-kerja,” ungkap mantan Ca-mat Sinonsayang tersebut.
Sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) dijadwalkan per semester. Jumlahnya terjadi penambahan dibanding tahun lalu, Rp 15,5 miliar. Meski per desanya sama dikarena-kan adanya pemekaran.(vtr)
Senin, 05 Maret 2012
PROYEK MUBAZIR. SIAPA BERTANGGUNG JAWAB?
Proyek Air Bersih Desa Elusan Mubazir
APBN Murni 2011 Mubasir
Legislator Minsel Tommy Ampow
Amurang,Swarasulut-Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 900 juta rupiah, khusus pekerjaan pembuatan air minum di desa Elusan kecamatan Amurang Barat kabupaten Minahasa selatan (Minsel), dianggap mubazir. Betapa tidak hingga berita ini diturunkan pekerjaan pembangunan sarana Air bersih tersebut dianggap selesai namun pemnyaluran air bersih kepada masyarakat tersendat. Padahal proyek tersebut sudah selesai pada bulan desember tahun 2011.
Demikian disampaikan legislator Komisi 1 Dekab Minsel Tommy Ampow saat ditemui sejumlah wartawan Biro Minsel Senin (05/03/2012) tadi siang. ”Itu dana APBN murni, maka selaku wakil rakyat, saya mempertanyakan kenapa proyek yang sudah selesai belum juga di aliri air,” katanya.
Lanjut dia jika memang hal ini tidak lagi diperhatikan, ada baiknya dinas Pekerjaan Umum (PU), baik itu dari propinsi dan atau kabupaten datang, dan melakukan pemeriksaan pekerjaan proyek tersebut.” Sudah selesai untuk pembangunan air minum, tetapi air belum jalan, ada apa ini,”katanya.
Kata Tommy, masyarakat Desa Elusan juga perna berkonsultasi ke Cipta Marga propinsi sembari mempertanyakan tentang pekerjaan proyek itu, dan mereka katakan ada pipa yang rusak. ”Lantas tidak diperbaiki, apakah hanya hal itu maka tidak jalannya air untuk warga, inikan salah satu pembohongan dari pemerintah kepada warga. Apalagi ini berbicara air,”jelasnya.
Diapun memintakan kepada dinas yang terkait, agar memperhatikan pengeluhan warga, supaya nantinya warga juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas perhatian pemerintah .”Tetapi sudah memasuki bulan maret belum juga ada pemerintah propinsi atau dinas yang terkait turun ke Desa Elusan,”pungkas Tommy.(Jufan)
Kamis, 01 Maret 2012
GEDUNG OLAHRAGA DI DESA TEEP SEGERA DI BANGUN
desa Teep kecamatan Amurang Barat berbandrol Rp 2,5 Miliar dari total
keseluruhan sebesar Rp 12 Miliar akan segera direalisasikan.
Informasi yang diperoleh, tak lama lagi peletakan batu pertama, sarana milik
warga Minsel itu akan segera dilakukan oleh Bupati Minahasa Selatan
Christiany Eugenia Paruntu.
“Proses tender pelelangan pembangunan GOR ini akan dilakukan dalam waktu
dekat ini,”ucap Ketua pembangunan Drs Viktor Rompas Msi kemarin
(24/02).
Lebih jauh lagi, mantan anggota dewan asal partai Golkar Minahasa ini
menjelaskan, terkait pengunaan lahan di desa Teep, tak perlu kita
kuatirkan. Sebab lahan disitu merupakan milik dari pemerintah daerah
yang sudah dihibahkan dengan luas mencapai 10 hektare lebih.
“Pembebasan lahan sudah selesai. Tinggal proses tender yang sementara kami pacu,” jelas Rompas.
Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, saat dimintai keterangan
membenarkan, bahwa pada tahun 2012 ini pembangunan sarana dan
prasarana olahraga gor akan segera dilakukan.
“Ini merupakan wujud kepedulian dari Pemerintah pusat dan daerah yang menginginkan warga disini memiliki sarana dan prasarana olahraga yang representatif,” pungkas Tetty sapaan akrabnya.